<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579</id><updated>2011-07-08T21:41:20.896+08:00</updated><title type='text'>FuLL HoUsE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>11</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-1789091927428317199</id><published>2011-02-19T23:38:00.000+08:00</published><updated>2011-02-19T23:40:36.029+08:00</updated><title type='text'>MENTAL PENGEMIS</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Tergelitik membaca status salah satu teman facebook yang bunyinya : “Urusan pembuatan ktp sudah selesai, giliran Tanya berapa biayanya si petugas menjawab sebenarnya tidak di pungut biaya bu, Cuma kalau ibu mau ngasih ya nggak pa-pa bu, seikhlasnya!”…..What????&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sayapun pernah mengalami ketika saya ngirim paket dari luar negeri dengan jasa pengiriman yang siap di antar sampe dirumah tanpa di pungut biaya lagi, tapi ternyata petugas pengiriman itu juga meminta uang dengan kata-kata “seiklhasnya bu, untuk makan siang!” sambil pasang muka melas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ini hanya contoh kecil, &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;dan saya yakin banyak pembaca yang mengalami hal serupa di atas. Sebenarnya ini hanya masalah sepele dan nilainyapun tidak signifikan untuk di permasalahkan, paling uang yang kita keluarkan seputar sepuluh ribuan. Tapi jika ini sudah menjadi kebiasaan, di lihat dari esensinya sungguh sangat berdampak buruk untuk kebesaran negeri ini. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Belum habis keheranan kita dengan berita gayus yang di penjara bisa menonton dengan santai sebuah pertandingan tennis bergengsi di pulau Bali, kita kembali di kaget-kagetkan lagi dengan plesiran gayus di macao, singapura dan kualalumpur. Yang mencengangkan lagi adalah kasus penukaran napi yang terjadi di bojonegoro. Dan masih banyak kasus-kasus di negeri ini yang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;secara mata telanjang sungguh sangat menggelikan, sangat memalukan dan sangat mengherankan. Kenapa itu semua bisa terjadi?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Peristiwa-peristiwa hukum yang menakjubkan ini menunjukkan bahwa sebenarnya selain buruknya penegakan hukum di republik ini nilai-nilai keluhuran dan kehormatan republic ini sudah tergerus dengan sifat permisif yang sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Kita sungguh di hadapkan dengan krisis nilai dan karakter sebuah bangsa yang besar. Hukum bisa di jual beli dengan mudahnya. Borok-borok yang kian menganga di depan mata menunjukkan bahwa republic ini jauh dari kehormatan. Orientasi kerakusan dan mental pengemis di pertontonkan secara telanjang dan tanpa malu-malu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pelan dan pasti bangsa ini akan hancur jika mental-mental pengemis ini semakin membudaya. Tidak akan tercapai&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;keadilan di negeri ini jika gila harta masih menggurita di setiap lini. Yang kecil semakin tergencet sementara yang kaya mengangkang dengan pongahnya dan menggilas siapa saja yang menghalangi kerakusan dan ketamakannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ayolah bung, hilangkan jauh-jauh mental-mental&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;pengemis. Lepaskan kerakusan dan ketamakan yang&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;  &lt;/span&gt;menggurita.kita bangsa yang beretika! Bangun bangsa ini menjadi bangsa yang berkarakter. Warisi anak cucu dengan nilai-nilai kemuliaan. Jangan gadaikan kehormatan, karena kehormatan tidak akan tercapai jika mental pengemis dan kerakusan masih membudaya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-1789091927428317199?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/1789091927428317199/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=1789091927428317199' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/1789091927428317199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/1789091927428317199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2011/02/mental-pengemis.html' title='MENTAL PENGEMIS'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-321871480667356013</id><published>2009-11-02T23:53:00.002+08:00</published><updated>2009-11-02T23:58:58.736+08:00</updated><title type='text'>Sudahlah Hentikan Perseteruan (Cicak vs Buaya) Ini</title><content type='html'>Jakarta - Drama antara Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin hari semakin seru. Alur ceritanya semakin berbelit-belit seperti sinetron yang laris manis sehingga semakin tidak bermutu dan bertele-tele.  &lt;br /&gt;Rakyat disuguhi dengan perseteruan yang tak kunjung usai. Perang opini semakin gencar dihembuskan dari masing-masing fihak. Kalau boleh bertanya siapa yang diuntungkan dari perseturuan ini? &lt;br /&gt;Sudah pasti para koruptor dan para Kriminal yang diuntungkan dari perseteruan ini. Saat ini mereka sedang berpesta pora dan bertepuk tangan menyaksikan episode demi episode dari drama berseri ini.&lt;br /&gt; Sungguh sangat memprihatinkan. Di saat korupsi yang semakin merajalela dan kriminalitas yang semakin beringas seharusnya kedua lembaga ini saling mendukung, saling melengkapi, dan bekerja sama dalam penegakan hukum. Bukan perseteruan yang semakin berlarut-larut yang akhirnya semakin menjatuhkan kredibilitas kedua lembaga ini di mata rakyat.&lt;br /&gt;  Sudahlah hentikan perseteruan ini. Cobalah Bapak-bapak yang terhormat duduk bersama dan bicara dari hati bukan dengan nafsu sehingga persoalan menjadi jernih dan mudah diurai satu per satu. Rakyat masih membutuhkan aparat-aparat penegak hukum yang kredibel, jujur, berani, dan bertanggung jawab.   Harapan rakyat untuk KPK tangkap para koruptor yang masih berkeliaran. Kalau perlu gantung saja para koruptor. Untuk Polri libas habis para kriminal. Tegakkan hukum di negeri ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuli Wasini Santoso, ST&lt;br /&gt;Mentari Court Apartmen  JL PJS 8/9 Taman Sri Mentari 46150&lt;br /&gt; Petaling Jaya -  Malaysia&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:yulisnts@yahoo.com"&gt;yulisnts@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;+60166453215&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 02/11/2009 13:25 WIB - Opini Pembaca - Detik.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-321871480667356013?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/321871480667356013/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=321871480667356013' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/321871480667356013'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/321871480667356013'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2009/11/sudahlah-hentikan-perseteruan-cicak-vs.html' title='Sudahlah Hentikan Perseteruan (Cicak vs Buaya) Ini'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-8887148730477350230</id><published>2009-05-12T15:19:00.002+08:00</published><updated>2009-05-12T15:29:00.477+08:00</updated><title type='text'>Nyanyian TKW Ini: Saatnya Nurani yang Bicara</title><content type='html'>Sangat miris. Antara sedih dan geram kalau kita menyaksikan kehidupan sebagian saudara-saudara kita yang sedang mengadu nasib di negeri tetangga, Malaysia.&lt;br /&gt; Saya bukan pengamat sosial. Juga bukan penyelenggara survey. Tapi, saya ibu dari empat orang anak. Sudah dua tahun ini saya tinggal di Malaysia dan tinggal di sebuah apartement yang banyak disewa kilang (pabrik) untuk hostel (asrama untuk  pekerja) yang diambil dari luar negara Malaysia. Antara lain Indonesia, Bangladesh, Vietnam, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Saya menulis atas dorongan hati nurani dan keprihatinan sebagai seorang ibu ketika menyaksikan kuncup-kuncup yang belum begitu matang tapi harus dikarbit untuk segera matang dalam mengarungi hidup tanpa didampingi orang tua sebagai tenaga kerja wanita (TKW) dengan modal ala kadarnya.&lt;br /&gt;Kenapa saya bilang ala kadarnya? Dari sebagian yang saya kenal dari para pekerja ini ada yang hanya modal ijazah SD, SMP, ataupun SMU. Umurnya pun berkisar antara 17 sampai 21 tahun. Memang ada juga yang sudah berumur atau yang berstatus istri yang bahkan rela meninggalkan anak yang baru dilahirkan demi memburu ringgit.&lt;br /&gt;Harapan yang sangat besar. Bahwa dengan menjadi TKW pasti bisa mengumpulkan modal untuk usaha kelak ketika pulang ke Indonesia dan tentunya menjadi harapan dan kebanggaan orang tua. Orang tua mana sih yang nggak bangga melihat anaknya berhasil.&lt;br /&gt; Tapi, harapan hanya menjadi sebuah asa yang sulit diraihnya ketika kakinya menginjakkan di Bumi Petronas ini. "Ternyata nggak seperti yang saya harapkan Mbak!" Itulah kata-kata yang sering saya dengar dari mulut-mulut polos mereka yang bergetar menahan tangis.&lt;br /&gt;Dari RM 470,00 yang di janjkan mereka hanya terima sekitar RM 270,00 setelah dipotong pajak dan biaya lain yang ditetapkan oleh agen penyalur tenaga kerja. Padahal biaya standar untuk sekali makan RM 5. Bayangkan dengan RM 270 apakah bisa untuk menopang hidup selama satu bulan?&lt;br /&gt;Jangankan menabung. Untuk modal dan untuk hidup sehari-hari aja sulit. Ada juga yang dirumahkan karena kilang tempat mereka kerja tutup. Efek dari krisis keuangan global. Mereka hanya di beri RM 50,00/ bulan.&lt;br /&gt;Jadi mereka banyak yang kerja sambilan di kedai makan atau sebagai pembantu rumah tangga. Itu pun kalau ketahuan sama agen penyalur tenaga kerja mereka dilarang kerja sampingan. Mereka hanya disuruh duduk diam di hostel. Belum lagi tentang pergaulan bebas yang menjadi pemandangan saya setiap hari. Bagaimana jika itu terjadi pada anak-anak kita?&lt;br /&gt;Inilah potret buram sebagian tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Dari tulisan ini saya mengetuk hati nurani semua pihak yang berkepentingan. Terutama para politisi yang baru saja terpilih dan untuk bakal presiden kelak.&lt;br /&gt; Ingat. Jabatan yang ada di pundak anda adalah amanah. Jangan lupa mereka telah menyalurkan suaranya hingga anda duduk di tempat yang terhormat. Saatnya mereka menagih janji-janji anda. Lindungi hak-hak mereka sebelum habis keringat dan air mata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuli Wasini Santoso, ST&lt;br /&gt;Mentari Court Apartmen  Blok E –G – 20JL PJS 8/9&lt;br /&gt;Taman Sri Mentari 46150 Petaling Jaya -  Malaysia&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:yulisnts@yahoo.com"&gt;yulisnts@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;+60166453215&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini sudah di muat di Detik - Opini Anda, senin 11/05/2009  jam 18.43 wib&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-8887148730477350230?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/8887148730477350230/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=8887148730477350230' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/8887148730477350230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/8887148730477350230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2009/05/nyanyian-tkw-ini-saatnya-nurani-yang.html' title='Nyanyian TKW Ini: Saatnya Nurani yang Bicara'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-1036806688583892745</id><published>2009-02-20T11:55:00.003+08:00</published><updated>2009-02-20T12:00:16.573+08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>AKU INGIN JADI PILOT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IBU…….AKU INGIN JADI PILOT&lt;br /&gt;YA… PILOT PESAWAT  TEMPUR&lt;br /&gt;BIAR AKU BISA NGEBOM ISRAEL&lt;br /&gt;AKU INGIN HANCURKAN ISRAEL&lt;br /&gt;MEREKA TELAH MENJARAH HARTA ORANG MUSLIM&lt;br /&gt;MEREKA TELAH MEREBUT TANAH ORANG MUSLIM&lt;br /&gt;MEREKA TELAH MEMINUM DARAH ORANG MUSLIM&lt;br /&gt;IBU……AKU TIDAK  RELA&lt;br /&gt;SELAMA MEREKA MASIH BERCOKOL DI BUMI PALESTINE&lt;br /&gt;SELAMA KAKI KOTOR MEREKA MASIH MENGINJAK DI BUMI NAN SUCI&lt;br /&gt;IBU…..&lt;br /&gt;DARAHKU MENDIDIH MELIHAT KEPONGAHAN MEREKA&lt;br /&gt;DARAHKU MENGGELEGAK MELIHAT KESOMBONGAN MEREKA&lt;br /&gt;JANTUNGKU BERDETAK KERAS MELIHAT KEANGKUHAN MEREKA&lt;br /&gt;IBU…… DOAKAN AKU IBU&lt;br /&gt;AKU INGIN JADI PILOT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MALAY, 17 FEBRUARI 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mendokumentasikan cita-cita anak saya yang kedua yang di bina dari umur 5 th sampai sekarang umur 7 th tetep konsisten. Mudahan cita-cita mulia ini tercapai.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-1036806688583892745?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/1036806688583892745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=1036806688583892745' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/1036806688583892745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/1036806688583892745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2009/02/aku-ingin-jadi-pilot-ibu.html' title=''/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-5424233859825304244</id><published>2008-07-09T22:47:00.001+08:00</published><updated>2008-07-09T22:52:01.668+08:00</updated><title type='text'>SUDAH BERDIRI KOK PAK, ……..</title><content type='html'>“Wah kayak bujangan aja!  Mana pasukannya mbak?”  Kata-kata itulah yang selalu terlontar dari orang-orang yang mengenal saya, jika kebetulan bertemu saya lagi jalan sendirian.  Bahkan setiap saya berkenalan dengan orang yang baru kenal komentarnya sudah bisa saya tebak yaitu “Kecil-kecil anaknya empat!”Dengan tinggi badan 148 Cm dan berat badan 42 Kg anda bisa mbayangin sendiri betapa saya punya postur badan kecil mungil and imut-imut (ceile).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah saya ada cerita yang sampai sekarang masih sangat  jelas dan susah deh untuk ngelupainnya. Ceritanya begini, sewaktu saya baru masuk SD kelas satu, seperti biasa kalau mau dimulai pelajaran dan diakhir pelajaran pasti baca doa. Sewaktu baca doa murid-murid disuruh berdiri, dan waktu itu tempat duduk saya ada di barisan kedua dari depan. Pak Sam, guru kelas saya masuk ruang kelas sambil memberi  isyarat pada murid-murid untuk berdiri dan siap berdoa. Saya pun berdiri mengikuti instruksinya, tiba-tiba Pak Sam melihat saya dan berkata”Yuli berdiri ya!”  Karena saya merasa sudah berdiri,  ya… saya jawab “Sudah berdiri kok pak” Suasana kelas yang tadinya sunyi  tiba-tiba riuh dengan gelak-tawa teman-teman. Aduh malunya ! muka rasanya dah kayak kepiting rebus deh, rasanya saya pingin nangis tapi malu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang sekolah, sambil pasang muka sedih and malu saya cerita kejadian di sekolah sama orangtua dan kakak-kakak saya. Eh….bukannya dukungan moril  yang saya dapatkan malahan saya jadi bahan ketawaan dan olok-olokan. Perasaan saya pada waktu itu campur aduk antara marah, malu, dongkol, merasa dilecehkan, sebel dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kejadian itu tidak menjadikan saya minder atau malu, tapi justru menjadikan tekad  dan semangat yang kuat untuk saya terus melanjutkan sekolah. Tidak dipungkiri prestasi  akademik saya memang pas-pasan, tapi dengan keinginan yang kuat akhirnya saya bisa meraih gelar sarjana yang saya inginkan. Bahkan dengan modal nekat saya hijrah dari Yogyakarta tempat saya dilahirkan dan dibesarkan ke pulau Kalimantan. Saya kepingin mengaplikasikan ilmu yang sudah saya dapatkan. Alhamdulillah saya mendapat pekerjaan dengan  posisi  yang menjanjikan untuk ukuran saya yang baru lulus, sebagai kepala bagian produksi oksigen. Bahkan postur tubuh saya yang kecil ini sangat menguntungkan pada pekerjaan saya ketika harus ngecek kebocoran pipa-pipa gas yang ada dalam mesin yang sempit. Bahkan saya suka keGRan (gedhe rasa) karena Bos saya sering memuji, katanya you kecil tapi pekerjaan oke! good girl…good girl sambil manggut-manggutkan kepalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah pengalaman kecil saya yang mungkin tidak akan terlupakan karena dari kejadian itulah yang bisa mengantarkan saya hingga sampai sekarang. Dan untuk saudara –saudara yang senasib dengan saya punya badan kecil mungil and imut-imut (ceile)  janganlah itu dianggap kekurangan dan menjadikan kita infeority atau nggak pedhe. Rubahlah sudut pandang kita, kekurangan pada tubuh kita jadikanlah itu kelebihan yang telah Allah anugerahkan pada kita. Karena dibalik kekurangan kita ada kelebihan yang kita punya , tinggal bagaimana caranya kita menggali potensi yang ada pada diri kita. Wallahu’alam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-5424233859825304244?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/5424233859825304244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=5424233859825304244' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/5424233859825304244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/5424233859825304244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2008/07/sudah-berdiri-kok-pak.html' title='SUDAH BERDIRI KOK PAK, ……..'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-2262510971630546294</id><published>2008-06-09T15:56:00.002+08:00</published><updated>2008-06-09T16:02:01.409+08:00</updated><title type='text'>professional kunci kesuksesan dunia-akherat</title><content type='html'>&lt;p&gt;“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin termasuk orang yang beruntung,barang siapa hari ini sama dengan hari kemarin termasuk orang yang lalai dan barang siapa hari ini lebih buruk dari hari kemarin termasuk orang yang merugi”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian kalimat diatas merupakan sebuah hadist  popular yang bisa kita jadikan motivasi untuk senantiasa memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik dan masuk dalam golongan orang –orang yang beruntung. Arti beruntung dalam kalimat ini bukan beruntung dari sisi materi saja atau bersifat duniawi tapi beruntung dalam arti sukses dunia akherat.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana kita bisa meraih sukses dunia dan akherat ? Bagaimana kita bisa termasuk orang-orang yang beruntung ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentu saja tidak semudah membalik telapak tangan, akan tetapi bukan suatu kemustahilan kita bisa meraih kesuksesan tersebut. Dengan senantiasa memperbaharui niat kita dan dengan formula yang jitu insyaallah kesuksesan dunia akherat bisa kita raih. Kunci nya adalah menerapkan sikap professional pada setiap langkah-langkah kehidupan kita. Benarkah kita sudah bersikap professional ?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita bisa mengukur sikap professional kita dengan cara antara lain :&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1.       Sabar, arti sabar di sini adalah berfikir sebelum bertindak. Yaitu tidak mengedepankan emosi sehingga tindakan yang akan dilakukan tidak merugikan atau menyakiti orang lain. Contoh yang sederhana dan sering terjadi dalam kehidupan bermasyarakat adalah ada dua orang ibu yang tidak saling menyapa berhari-hari hanya karena perselisihan anak. Seperti kita ketahui dunia anak-anak memang seperti itu,sebentar gaduh masalah sepele tapi tak berselang lama mereka sudah akur kembali,sementara kedua orang tua belum akur. Hal tersebut tidak akan terjadi jika kedua pihak bisa bersifat sabar  sehingga tindakan yang dilakukan tidak menciderai nilai-nilai yang kehidupan bertetangga yang sudah dibangun lama yang akhirnya musnah sekelip mata.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2.       Lapang dada, arti lapang dada di sini adalah siap menerima masukan atau kritikan.Tidak semua masukan atau kritikan itu bersifat menjatuhkan atau mendiskreditkan suatu pekerjaan  justru dari masukan atau kritikan itu bisa menjadi bahan evaluasi dari pekerjaan yang sudah kita lakukan dan bisa menjadi tolok ukur langkah selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3.       Tidak meremehkan orang lain, arti tidak meremehkan orang lain ini adalah memandang semua pekerjaan itu penting, setiap orang yang kita jumpai itu orang penting buat kehidupan kita tanpa memandang pangkat,derajat dan kedudukan. Namun sering kita jumpai seseorang akan  bersikap hormat jika  bertemu orang yang berpangkat atau lebih tinggi posisi pekerjaannya ,sebaliknya akan memandang remeh pada orang yang pekerjaannya di nilai hina missal pembantu rumah tangga, kuli bangunan,tukang sapu jalan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari   ketiga prinsip tersebut diatas terpatri dalam sanubari kita, bisa dipastikan setiap gerak,langkah dan pikiran akan bersinergi menuju sikap professional yang akan menghantarkan kita pada kesuksesan dunia dan kesuksesan akherat. Dan sudah bisa dipastikan kita akan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung. Wallahualam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-2262510971630546294?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/2262510971630546294/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=2262510971630546294' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/2262510971630546294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/2262510971630546294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2008/06/professional-kunci-kesuksesan-dunia.html' title='professional kunci kesuksesan dunia-akherat'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-1890732015972370409</id><published>2008-05-09T07:46:00.001+08:00</published><updated>2008-05-09T07:48:06.753+08:00</updated><title type='text'>NAMA SAYA DARA</title><content type='html'>Wajahnya oval dengan rambut sebahu,berbalut celana jeans dan kaos berwarna hijau lumut. Taksiran saya umurnya  sekitar 20-an tahun. Sambil tersenyum menghampiri meja tempat saya duduk sambil berkata: “Pesan apa kak?”  Saya ganti bertanya pada gadis itu “Baru ya! Dari Indonesia?”  Gadis itu menganggukkan kepala sambil menyebut salah satu daerah di Indonesia.  Dan kami pun sempetin ngobrol sambil pesan makanan, dari sinilah saya kenal namanya Dara.&lt;br /&gt;Itulah awal mula perkenalan saya dengan seorang gadis yang bernama Dara disebuah kedai makan di daerah subang- Malaysia. Dara bekerja sebagai pelayan  di kedai makan,dan kamipun sering ketemu karena kedai makan tersebut merupakan kedai favorit keluarga saya.&lt;br /&gt;Sudah satu bulan setiap saya pergi kedai itu, wajah oval dara tidak saya jumpai. Saya sempat bertanya pada abang pengelola kedai untuk menjawab rasa penasaran yang ada dalam hati saya. “Oo…… Dare sudah tak keje kad sini lagi” jawab si abang pemilik kedai dengan logat melayu nya. Kemanakah gerangan dara ? pertanyaan yang selalu hinggap dalam hati saya.&lt;br /&gt;Akhirnya setelah tiga bulan berlalu terjawab rasa penasaran saya pada sosok Dara. Sore itu seperti biasa saya dan keluarga makan di salah satu kedai di daerah subang. Mata saya menangkap wajah oval yang selama ini saya kenal namanya Dara.&lt;br /&gt;Dara sedang duduk berdua dengan seorang gadis sambil menyeruput minuman yang ada ditangannya. Wajah ovalnya terbalut dengan bedak yang tebal dan rambut yang diurai. Celana jean dan kaos yang ketat tampak membalut badan dia, hingga seluruh lekukan dan tonjolan tubuhnya   bikin orang laki-laki melotot  melihatnya. Saya tatap lekat-lekat mata Dara, tapi Dara senantiasa menghindari tatapan saya dan pura-pura tidak mengenal saya.  Tak lama berselang Dara dan temen gadisnya beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri meja seberang dimana ada dua orang laki-laki yang juga sedang menikmati minumannya. Dan saya melihat mereka sudah tenggelam dalam perbincangan yang hangat.&lt;br /&gt;Yah… Dara sudah berubah? Hanya itulah kata-kata yang tersimpan dalam hati saya. Mudahan Allah segera  menunjukkan jalan pulang yang terbaik untuk seorang  gadis yang bernama Dara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuli Santoso&lt;br /&gt;Selangor, Mei 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-1890732015972370409?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/1890732015972370409/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=1890732015972370409' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/1890732015972370409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/1890732015972370409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2008/05/nama-saya-dara.html' title='NAMA SAYA DARA'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-7882716693730778619</id><published>2008-04-28T08:20:00.000+08:00</published><updated>2008-04-28T08:23:14.906+08:00</updated><title type='text'>MUTIARA KEHIDUPAN</title><content type='html'>MENGGALI   POTENSI  DIRI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Saya sedang mengupas bawang sambil menjawab pertanyaan anak saya yang pertama. Dia berumur tiga tahun setengah dan dalam masa explorasi, sehingga semua hal yang dilihat dan dirasakan selalu ditanyakan. “Ibu, buat apa sih ini?” dia bertanya sambil tangannya juga ikut mengupas bawang. “Buat bikin bumbu nak!”, jawab saya.&lt;br /&gt;Anak saya kedua berumur satu setengah tahun, sedang tidur siang. Sengaja saya memasak menunggu anak ke dua tidur.&lt;br /&gt;            Sambil memasak pikiran saya menerawang di masa anak-anak, dan menjelang dewasa. Saya dulu seorang pribadi yang cuek dan perpikiran praktis.Dari masa anak-anak sampai saya dewasa yang namanya di dapur paling anti. Orang tua juga termasuk golongan orang tua yang tidak ambil pusing, entah saya mau membantu pekerjaan dirumah atau tidak beliau tidak pernah marah.. Hal itu berlanjut sampai saya dewasa . Yang saya lakukan saat itu belajar, kumpul dengan teman-teman dan saya juga tergabung dalam group tari kreasi baru. Sehingga waktu sering dipakai untuk latihan dan manggung. Pada waktu itu dalam pikiran saya bahwa hidup itu untuk bersenang-senang, dan ibadah pun sering terabaikan. Seiring waktu berjalan menginjak semester dua, tugas-tugas kuliah mulai menyita waktu sehingga saya  jarang  berkumpul dengan teman-teman lagi. Akhirnya teman-teman pun mulai menjauh dan tidak pernah menghubungi lagi. Disini saya mulai merasakan kekosongan batin dan hati mulai gundah.&lt;br /&gt;            Pada semester empat kehidupan saya mulai bergeser dari yang hura-hura dan cuek berubah dengan keseriusan belajar. Saya tergolong mahasiswi yang rajin dan rapi catatan kuliah sehingga banyak teman yang memanfaatkan dengan meminjam   catatan. Kehidupan saya pun mulai tertata, tapi kenapa batin ini masih merasa ada yang kurang ?.&lt;br /&gt;            Ada satu dosen yang punya perhatian khusus dengan saya, dosen itu selalu memberi saran supaya saya banyak membaca buku. Dan beliau juga suka meminjamkan bukunya untuk saya fotocopy. Sampai saat ini saya masih ingat betul kata-kata beliau “Anda ini seharusnya banyak membeli buku jangan membeli lipstik terus”. Hal ini semakin memacu saya untuk serius dalam belajar. Dari beliau juga yang telah memberikan jawaban kenapa saya merasa ada yang kurang , yaitu ibadah.&lt;br /&gt;Selama ini saya memang melupakan ibadah, dari sini saya mulai mencari teman yang bisa memberikan  pelajaran agama.&lt;br /&gt;            Saya mendatangi pengurus keagamaan di kampus, dan menyatakan ingin belajar membaca Alqur’an. Tapi ini tidak berlangsung lama, mungkin karena penampilan saya waktu itu tidak mencerminkan seorang muslimah, karena pakaian yang saya kenakan pada waktu itu kemeja yang digulung sampai siku dan celana panjang jeans. Saya merasakan bahwa saya tidak diterima baik oleh mereka. Ini membuat trauma bagi saya jika ingat lirikan sinis mereka. Hal tersebut membuat saya melupakan untuk belajar agama. Akhirnya saya putuskan untuk serius belajar dan alhamdulillah dalam lima tahun kuliah dapat saya selesaikan.&lt;br /&gt;            Setelah lulus saya merantau kepulau seberang dan bekerja pada perusahaan swasta. Saat itu saya mulai menjalankan ibadah. Dan alhamdulillah saya mendapat seorang suami yang dengan sabar mengajari saya membaca Al-Qur’an dan pengetahuan agama. Setelah kelahiran anak yang pertama kami putuskan bahwa saya konsentrasi mengurus anak dan suami yang bekerja. Awal kelahiran anak saya yang pertama,  memang saya sangat menikmati hari-hari saya hanya untuk mengurusi suami dan anak di rumah. Seiring waktu berjalan ada rasa kerinduan untuk bekerja kembali, tapi suami tidak begitu mendukung karena tidak ada yang menjaga anak. Dan suamipun tidak mengijinkan anak untuk diurus pembantu. Sehingga kami sepakat  saya boleh kegiatan apa saja asal anak tetap terurus dengan baik. Dari sini saya mulai tergabung dengan kelompok kajian, dan untuk kegiatan sosial saya aktif di PKK dan majelis ta’lim di tempat saya tinggal sekarang. Dari sini saya mulai merubah penampilan dari super cuek menjadi seorang ibu yang dalam kesehariannya berbusana muslimah. Sehingga saya telah membuktikan sendiri sekarang bahwa jilbab sama sekali bukan penghalang bagi ibu-ibu untuk berinteraksi di masyarakat. Ditambah dukungan suami, sehingga semakin membuka pikiran dan wawasan saya. Ceramah, seminar ataupun talk show tidak saya lewatkan begitu saja. Semakin sering saya berinteraksi dan bertemu orang dari berbagai lapisan semakin memotivasi saya dan tidak saya sadari menjadi proses pembelajaran diri.&lt;br /&gt;            Sampai kelahiran anak kedua semakin memantapkan hati saya bahwa hidup ini harus di isi dengan pikiran dan kegiatan yang positif. Dengan lahirnya anak kedua ini berarti kebutuhan dan biaya hidup bertambah. Ini mendorong saya untuk bagaimana saya bisa mempunyai penghasilan tanpa mengabaikan anak-anak.&lt;br /&gt;            Saya mulai melakukan survei  dan mencoba berjualan barang-barang kmoditi, tapi hasil yang saya terima tidak signifikan dan cenderung impas dengan modal yang di keluarkan. Akhirnya saya mencoba makanan siap saji , dan alhamdulillah cukup memberikan income yang lumayan.&lt;br /&gt;            Diatas semua, membuktikan  bahwa dengan kemauan yang keras dan niat yang ikhlas tidak ada yang tidak bisa kita kerjakan. Sebenarnya tanpa disadari kita mempunyai potensi yang bisa kita gali sesuai kemampuan kita. Dan dari survei membuktikan bahwa suami lebih menyukai  istri yang aktif, lincah, dinamis dan produktif tanpa mengabaikan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga. Tidak ada salahnya kita mencoba hal yang baru yang dapat mengisi waktu luang kita.  Dan perlu di garis bawahi bahwa kita sebagai ibu rumah tangga wajib mencari dana tambahan. Bagaimana, berani menerima tantangan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Balikpapan,2004&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-7882716693730778619?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/7882716693730778619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=7882716693730778619' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/7882716693730778619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/7882716693730778619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2008/04/mutiara-kehidupan.html' title='MUTIARA KEHIDUPAN'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-5963615123823301595</id><published>2008-04-24T17:54:00.002+08:00</published><updated>2008-04-24T17:57:25.106+08:00</updated><title type='text'>Menjadi Wanita Sempurna</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya bangun jam 05.00 pagi, segera saya ambil air wudlu untuk sholat Subuh di sambung tilawah dua lembar halaman. Setelah selesai biasanya saya segera menyalakan TV yang suaranya sengaja agak keras sehingga saya bisa mendengarkan acara dari dapur sambil menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak. Selesai menyiapkan sarapan giliran memandikan anak - anak. Setelah anak -anak selesai mandi segera saya beri sarapan. Biasanya anak-anak lahap makannya jika masih hangat. Selesai sarapan, persiapan suami untuk berangkat kerja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitulah sebagian rutinitas yang saya jalani sampai saat ini. Kadang ada perasaan yang hilang dari pribadi saya. Bahkan ada sebagian teman yang mengatakan saya bodoh mau menjalani kehidupan seperti itu. Kenapa tidak kau raih cita-cita yang kamu inginkan, begitulah teman-teman menyampaikan pendapatnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya punya gelar sarjana dan pernah bekerja pada perusahaan swasta di posisi yang cukup menjajikan untuk karier saya. Dan saya seorang pekerja yang tekun dan loyal. Dari sinilah mungkin teman-teman menyesalkan keputusan yang saya ambil. Setelah punya anak, pekerjaan saya lepaskan. Keputusan ini saya ambil agar saya bisa lebih intensif mengurus anak. Saya termasuk orang yang tidak begitu percaya kepada pembantu dalam mengurus anak. Sehingga anak saya urus sendiri. Pada saat itu saya berpikir bahwa saya bisa bekerja kembali jika anak sudah bisa mandiri, namun Allah berkehendak lain. Kembali saya mengandung anak kedua, dari sinilah saya mulai berpikir dan merenung kenapa Allah memilih wanita yang mengandung dan melahirkan anak. Saya sangat mensyukuri atas karunia yang telah diberikan Allah dengan hadirnya dua makhluk kecil yang selalu memberikan kejutan-kejutan dalam kehidupan saya. Kadang mereka bisa membuat saya tertawa,sebaliknya bisa juga membuat saya sedikit jengkel.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah yang mungkin tidak dialami oleh sebagian teman yang hanya mementingkan karier sehingga melupakan untuk menikah dan bereproduksi. Padahal dengan menikah dan mempunyai anak adalah sebuah karunia besar bagi kita untuk menjadi wanita sempurna. Wanita mempunyai organ-organ reproduksi yang memang semua ada fungsinya dan berhak untuk menjalankan fungsinya untuk mengandung, melahirkan, menyusui dan mendidik anak dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita boleh berbangga bahwa kita menyandang gelar wanita, karena dari seorang wanita bisa lahir seorang Dokter, Sarjana, Ilmuwan, Cendekiawan, Presiden dan seorang Da’i juga lahir dari rahim wanita. Bisa kita bayangkan betapa besarnya konstribusi seorang wanita dalam melahirkan generasi penerus. InsyaAllah jika anak kita didik dengan baik dan benar serta diberi makan yang halal dan jauhkan dari yang haram akan tumbuh menjadi anak yang sholeh yang akan berbakti pada kedua orang tua dan berbudi luhur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi keputusan saya untuk menikah dan punya anak tidak salah, gelar sarjana masih bisa saya gunakan untuk mendidik dan mengarahkan anak-anak. Saya juga masih bisa mencari dana tambahan untuk menyokong kelangsungan rumah tangga. Jangan sampai anak menghalangi kita untuk tetap berkarya. Jadi untuk rekan-rekan perempuan jangan lagi menunda untuk menikah dan mempunyai anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balikpapan,17 Juli 2003&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuli Wasini Santoso &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-5963615123823301595?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/5963615123823301595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=5963615123823301595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/5963615123823301595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/5963615123823301595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2008/04/menjadi-wanita-sempurna_24.html' title='Menjadi Wanita Sempurna'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-8120985135391227471</id><published>2008-04-24T17:50:00.000+08:00</published><updated>2008-04-24T17:51:32.410+08:00</updated><title type='text'>CINTAI NEGERI DENGAN MEMBERIKAN KONTRIBUSI</title><content type='html'>Hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri.” Pepatah itulah yang sering diungkapkan oleh orang tua terhadap anaknya yang ingin mencari peruntungan di negeri orang dengan tujuan supaya anaknya mengurungkan niatnya. Yang menjadi pertanyaan adalah masih relevankah pepatah tersebut untuk saat ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Era reformasi yang telah diraih oleh rakyat Indonesia dengan pengorbanan darah pahlawan reformasi telah dinodai dengan reformasi yang kebablasan. Reformasi yang tidak diimbangi dengan mental yang sehat menjadikan rakyat menjadi beringas, sehingga kondisi dalam negeri menjadi kurang kondusif. Di tambah dengan datangnya musibah yang bertubi-tubi melanda negeri kita. Hal ini menyebabkan para investor tidak berani datang ke negeri kita, bahkan yang sudah adapun memutuskan untuk meninggalkan negeri kita. Akibatnya lapangan kerja sempit, PHK terjadi dimana-mana, pengangguran meningkat dan diperparah dengan tingkat kejahatan yang masih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah dengan menangis dan meratapi nasib bisa mengembalikan negara kita kembali bangkit dan berjaya? Tentu saja tidak, bahkan kita harus bekerja lebih keras untuk bisa mencapai apa yang diinginkan. Bukankah Allah telah berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka.” (Ar-Ra’d:11)  Mengacu dari ayat ini maka tidak selayaknya kita hanya duduk menunggu nasib. Sebaliknya kita harus segera berbenah diri. Mulailah dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai saat ini,demikian kata Aa Gym yang terkenal dengan 3Mnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci untuk menjadi awal kebangkitan adalah apa yang bisa kita berikan untuk negeri ini, bukanlah menanyakanapa yang telah negara berikan. Sekecil apapun yang kita berikan akan sangat berarti bagi bangsa kita. Dengan dasar itulah maka hendaknya kita mulai kebangkitan dengan niat ikhlas dan tujuan yang jelas. Hendak dibawa kemana negeri ini kalau kita sebagai warga negara cuek saja dengan melihat kondisi yang ada sekarang, ketidak stabilan terjadi di mana-mana, orang-orang sudah melakukan jalan pintas untuk sekedar mempertahankan perut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kita pungkiri memang kondisi negeri kita sedang dilanda  musibah multi dimensi,tidak hanya bencana alam tapi erosi akhlak juga menjangkit negeri. Hal inilah yang menjadikan penulis prihatin. Sudah waktunya kita renungkan dan mencari solusi terbaik untuk negeri ini. Bukan saatnya lagi saling menyalahkan dan mencari kambing hitam dalam menyikapi segala hal yang telah melanda negeri kita tercinta ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan apa kebangkitan bisa tercapai?  Tentu saja tidak semudah membalik tangan tapi butuh pengorbanan dan kerja keras. Proses perubahan inipun membutuhkan waktu dan sikap yang bijaksana. Salah satu pilar utama untuk pembaharuan adalah dari dimensi mental atau akhlak. Hal ini penting dan merupakan pondasi seseorang untuk menentukan langkah. Karena akhlak ini bersifat abstrak, tidak terlihat maka nutrisinyapun tidak terlihat yaitu dengan ilmu, ibadah dengan segala aspek dan beramal. Orang yang berilmu dan beriman akan ditinggikan derajatnya oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melatih akhlak adalah dengan cara belajar mengetahui diri sendiri yaitu mengevaluasi diri. Berikutnya adalah peka pada fenomena disekitar kita. Bisa kita ambil contoh bandingkan mimik muka orang yang tersenyum dan yang tidak. Lebih sedap mana dipandang? Ini hanya contoh yang kecil. Bahkan dengan ilmu bisa merubah wajah seseorang lebih berseri-seri, hal ini sudah dibuktikan lewat penelitian para ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan  berilmu dan beriman akan berbanding lurus dengan amalan-amalannya. Tidak berpengaruh dimana seseorang berada baik di negeri sendiri ataupun dinegeri orang. Hal ini bisa kita lihat dengan realita yang ada bahwa banyak dari saudara kita yang mencoba peruntungan kenegeri orang. Namun sayangnya ada sebagian saudara kita yang tidak membekali dirinya dengan ilmu dan iman, akibatnya teraniaya dan hak-haknya terampas.&lt;br /&gt;Bahkan ada yang kembali dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Hal ini tidak akan terjadi kalau kita sudah membekali diri dengan ilmu dan iman. Ibaratnya sedia payung sebelum hujan, menyiapkan diri bahwa hidup tidak sesuai dengan keinginan kita.Tidak ada salahnya kita mencoba peruntungan di negeri orang, bukankah bumi Allah itu luas,tidak hanya di Indonesia saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga Negara adalah cerminan dari kualitas suatu bangsa. Jadi dengan bekal ilmu dan iman otak kita akan menjadi cerdas, produktifitas tinggi, badan sehat, detak jantung bagus, peredaran darah lancar dan memberi manfaat kepada orang lain. Sekecil apapun perbuatan kita akan dinilai dengan timbangan yang berat Maka pribadi kita akan diperhitungkan dan orang lain tidak akan mempermainkan kita. Harapan penulis adalah tunjukkan harga diri kita sebagai warga negara yang berperadapan, bukankah Negara kita merupakan Negara yang penduduknya muslim terbesar.  Walaupun umat islam sedang dalam keadaan lemah, tetapi cahaya islam tetap bertebaran diberbagai tempat. Dan ini sudah cukup menjadi bukti adanya gerakan kebangkitan yang meliputi pola pikir,sikap dan kemauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kita membuka cakrawala diri untuk dapat meraih ilmu dan iman. Manfaatkanlah informasi dan teknologi semaksimal mungkin sehingga kita dapat mengejar dari ketertinggalan kita. Penulis sangat optimis bahwa Negara kita tidak akan terpuruk selamanya, bukankah ada sunnah roda kehidupan, kadang diatas kadang di bawah. Allah berfirman,”Dan hari-hari itu kami putarkan secara bergantian di antara kalangan manusia.” (Ali Imran:140).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah dengan berilmu dan beriman akan menunjukkan kualitas kita sebagai warga  Negara Indonesia yang patut diperhitungkan. Apalagi hidup dinegeri orang sudah selayaknya kita tunjukkan keilmuan dan keimanan kita tanpa mengabaikan jiwa nasionalis. Hal ini penting dimanapun kita berada, dalam kondisi apapun tunjukkan ke Indonesia -an kita yang beradab, berilmu dan beriman. Hal ini penting karena sebagai warga Negara Indonesia yang baik kita wajib berperan serta meningkatkan citra positif Indonesia di luar negeri. Sikap inipun bisa menjadi ajang promosi agar para investor dan pelancong tidak takut untuk mengunjungi negeri kita, sehingga denyut kebangkitan negara kita kembali berdetak. Saatnya sekarang kita mendulang emas di negeri orang. Jadi alangkah bagusnya kalau hujan emas di negeri orang, kita ambil emasnya bawa pulang, tidak ada lagi hujan batu. Kita bangun negeri kita tercinta untuk diwariskan ke anak cucu kita. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuli Wasini Santoso&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-8120985135391227471?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/8120985135391227471/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=8120985135391227471' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/8120985135391227471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/8120985135391227471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2008/04/cintai-negeri-dengan-memberikan.html' title='CINTAI NEGERI DENGAN MEMBERIKAN KONTRIBUSI'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7314286283941289579.post-2950699014174698140</id><published>2008-04-10T16:03:00.002+08:00</published><updated>2008-04-24T18:07:07.996+08:00</updated><title type='text'>Salam Kenal</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ofQKDghyYuA/SBBbvLErkgI/AAAAAAAAABc/8JcJ2g0iZ4c/s1600-h/CIMG2319.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5192751236342583810" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ofQKDghyYuA/SBBbvLErkgI/AAAAAAAAABc/8JcJ2g0iZ4c/s200/CIMG2319.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Assalamu'alaikum&lt;br /&gt;Salam kenal, saya Yuli ibu dari dua putra dan dua putri. Saat ini saya ikut suami di Malaysia. Pekerjaan saya adalah pemeran utama film Oshin alias ibu rumah tangga tanpa pembantu ... tau khan? Praktis all in semua saya buat. Asyik lho tapi ada sebel-sebelnya dikit he..he!! Biasa ... ribut sama anak-anak. O, iya ... saya asli dari Kota Pelajar yang terkenal dengan gudegnya.&lt;br /&gt;Aduh berhenti dulu ya ... baby saya bangun!! :P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;Yuli&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7314286283941289579-2950699014174698140?l=yulisantoso.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yulisantoso.blogspot.com/feeds/2950699014174698140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7314286283941289579&amp;postID=2950699014174698140' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/2950699014174698140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7314286283941289579/posts/default/2950699014174698140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yulisantoso.blogspot.com/2008/04/salam-kenal.html' title='Salam Kenal'/><author><name>Yuli Santoso</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12785119882594802852</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ofQKDghyYuA/SBBbvLErkgI/AAAAAAAAABc/8JcJ2g0iZ4c/s72-c/CIMG2319.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
