7/09/2008

SUDAH BERDIRI KOK PAK, ……..

“Wah kayak bujangan aja! Mana pasukannya mbak?” Kata-kata itulah yang selalu terlontar dari orang-orang yang mengenal saya, jika kebetulan bertemu saya lagi jalan sendirian. Bahkan setiap saya berkenalan dengan orang yang baru kenal komentarnya sudah bisa saya tebak yaitu “Kecil-kecil anaknya empat!”Dengan tinggi badan 148 Cm dan berat badan 42 Kg anda bisa mbayangin sendiri betapa saya punya postur badan kecil mungil and imut-imut (ceile).

Nah saya ada cerita yang sampai sekarang masih sangat jelas dan susah deh untuk ngelupainnya. Ceritanya begini, sewaktu saya baru masuk SD kelas satu, seperti biasa kalau mau dimulai pelajaran dan diakhir pelajaran pasti baca doa. Sewaktu baca doa murid-murid disuruh berdiri, dan waktu itu tempat duduk saya ada di barisan kedua dari depan. Pak Sam, guru kelas saya masuk ruang kelas sambil memberi isyarat pada murid-murid untuk berdiri dan siap berdoa. Saya pun berdiri mengikuti instruksinya, tiba-tiba Pak Sam melihat saya dan berkata”Yuli berdiri ya!” Karena saya merasa sudah berdiri, ya… saya jawab “Sudah berdiri kok pak” Suasana kelas yang tadinya sunyi tiba-tiba riuh dengan gelak-tawa teman-teman. Aduh malunya ! muka rasanya dah kayak kepiting rebus deh, rasanya saya pingin nangis tapi malu.

Sepulang sekolah, sambil pasang muka sedih and malu saya cerita kejadian di sekolah sama orangtua dan kakak-kakak saya. Eh….bukannya dukungan moril yang saya dapatkan malahan saya jadi bahan ketawaan dan olok-olokan. Perasaan saya pada waktu itu campur aduk antara marah, malu, dongkol, merasa dilecehkan, sebel dan lain-lain.

Dari kejadian itu tidak menjadikan saya minder atau malu, tapi justru menjadikan tekad dan semangat yang kuat untuk saya terus melanjutkan sekolah. Tidak dipungkiri prestasi akademik saya memang pas-pasan, tapi dengan keinginan yang kuat akhirnya saya bisa meraih gelar sarjana yang saya inginkan. Bahkan dengan modal nekat saya hijrah dari Yogyakarta tempat saya dilahirkan dan dibesarkan ke pulau Kalimantan. Saya kepingin mengaplikasikan ilmu yang sudah saya dapatkan. Alhamdulillah saya mendapat pekerjaan dengan posisi yang menjanjikan untuk ukuran saya yang baru lulus, sebagai kepala bagian produksi oksigen. Bahkan postur tubuh saya yang kecil ini sangat menguntungkan pada pekerjaan saya ketika harus ngecek kebocoran pipa-pipa gas yang ada dalam mesin yang sempit. Bahkan saya suka keGRan (gedhe rasa) karena Bos saya sering memuji, katanya you kecil tapi pekerjaan oke! good girl…good girl sambil manggut-manggutkan kepalanya.

Itulah pengalaman kecil saya yang mungkin tidak akan terlupakan karena dari kejadian itulah yang bisa mengantarkan saya hingga sampai sekarang. Dan untuk saudara –saudara yang senasib dengan saya punya badan kecil mungil and imut-imut (ceile) janganlah itu dianggap kekurangan dan menjadikan kita infeority atau nggak pedhe. Rubahlah sudut pandang kita, kekurangan pada tubuh kita jadikanlah itu kelebihan yang telah Allah anugerahkan pada kita. Karena dibalik kekurangan kita ada kelebihan yang kita punya , tinggal bagaimana caranya kita menggali potensi yang ada pada diri kita. Wallahu’alam.