4/24/2008

Menjadi Wanita Sempurna

Saya bangun jam 05.00 pagi, segera saya ambil air wudlu untuk sholat Subuh di sambung tilawah dua lembar halaman. Setelah selesai biasanya saya segera menyalakan TV yang suaranya sengaja agak keras sehingga saya bisa mendengarkan acara dari dapur sambil menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anak. Selesai menyiapkan sarapan giliran memandikan anak - anak. Setelah anak -anak selesai mandi segera saya beri sarapan. Biasanya anak-anak lahap makannya jika masih hangat. Selesai sarapan, persiapan suami untuk berangkat kerja.


Begitulah sebagian rutinitas yang saya jalani sampai saat ini. Kadang ada perasaan yang hilang dari pribadi saya. Bahkan ada sebagian teman yang mengatakan saya bodoh mau menjalani kehidupan seperti itu. Kenapa tidak kau raih cita-cita yang kamu inginkan, begitulah teman-teman menyampaikan pendapatnya.


Saya punya gelar sarjana dan pernah bekerja pada perusahaan swasta di posisi yang cukup menjajikan untuk karier saya. Dan saya seorang pekerja yang tekun dan loyal. Dari sinilah mungkin teman-teman menyesalkan keputusan yang saya ambil. Setelah punya anak, pekerjaan saya lepaskan. Keputusan ini saya ambil agar saya bisa lebih intensif mengurus anak. Saya termasuk orang yang tidak begitu percaya kepada pembantu dalam mengurus anak. Sehingga anak saya urus sendiri. Pada saat itu saya berpikir bahwa saya bisa bekerja kembali jika anak sudah bisa mandiri, namun Allah berkehendak lain. Kembali saya mengandung anak kedua, dari sinilah saya mulai berpikir dan merenung kenapa Allah memilih wanita yang mengandung dan melahirkan anak. Saya sangat mensyukuri atas karunia yang telah diberikan Allah dengan hadirnya dua makhluk kecil yang selalu memberikan kejutan-kejutan dalam kehidupan saya. Kadang mereka bisa membuat saya tertawa,sebaliknya bisa juga membuat saya sedikit jengkel.

Inilah yang mungkin tidak dialami oleh sebagian teman yang hanya mementingkan karier sehingga melupakan untuk menikah dan bereproduksi. Padahal dengan menikah dan mempunyai anak adalah sebuah karunia besar bagi kita untuk menjadi wanita sempurna. Wanita mempunyai organ-organ reproduksi yang memang semua ada fungsinya dan berhak untuk menjalankan fungsinya untuk mengandung, melahirkan, menyusui dan mendidik anak dengan baik.

Kita boleh berbangga bahwa kita menyandang gelar wanita, karena dari seorang wanita bisa lahir seorang Dokter, Sarjana, Ilmuwan, Cendekiawan, Presiden dan seorang Da’i juga lahir dari rahim wanita. Bisa kita bayangkan betapa besarnya konstribusi seorang wanita dalam melahirkan generasi penerus. InsyaAllah jika anak kita didik dengan baik dan benar serta diberi makan yang halal dan jauhkan dari yang haram akan tumbuh menjadi anak yang sholeh yang akan berbakti pada kedua orang tua dan berbudi luhur.

Jadi keputusan saya untuk menikah dan punya anak tidak salah, gelar sarjana masih bisa saya gunakan untuk mendidik dan mengarahkan anak-anak. Saya juga masih bisa mencari dana tambahan untuk menyokong kelangsungan rumah tangga. Jangan sampai anak menghalangi kita untuk tetap berkarya. Jadi untuk rekan-rekan perempuan jangan lagi menunda untuk menikah dan mempunyai anak.

Balikpapan,17 Juli 2003

Yuli Wasini Santoso

No comments: